Thursday, 27 October 2011 00:00
LIRIK -Dahulunya, wilayah Kecamatan Lirik, Kabupaten Indragiri Hulu merupakan daerah yang cukup makmur karena penghasilan minyak buminya. Kini setelah lebih dari 50 tahun berlalu, PT Pertamina EP Unit Bisnis Lirik dan PT Medco E & P Indonesia Lirik berupaya menjaga produksi minyak agar tetap stabil, paling tidak hingga lima tahun mendatang.
Saat memberikan presentasi pada acara media tour dengan puluhan jurnalis di Riau yang di taja BP Migas Riau, Rabu (26/10) kemarin, Production Enginer PT Medco E & P Lirik, Rudi Syahru Mubarok mengungkapkan bahwa lapangan minyak Lirik ditemukan tahun 1939. Namun baru di eksplorasi oleh PT Stanvac Indonesia sekitar tahun 1950 seiring dengan ditemukannya blok Kampar.
Tahun 1983, sebagian lapangan minyak Lirik diambil alih oleh Pertamina. Tahun 1995, saham PT Stanvac Indonesia di jual kepada PT Exspan Kalimantan, anak perusahaan PT Medco Energi Internasional sehingga berubah nama menjadi PT Exspan Sumatera. Kemudian pada tahun 1996, PT Exspan Sumatera berubah nama menjadi PT Exspan Nusantara dan sejak tahun 2004 sampai saat ini menjadi PT Medco E & P Indonesia.
Saat ini, PT Medco E & P Indonesia mengelola 159 sumur aktif di blok Kampar yang terdiri dari 128 sumur produksi dan 31 sumur water injection. Sedangkan rata-rata produksi minyak mencapai 1.400 barel per hari.
“Untuk target tahun 2012, kita mencoba mempertahankan produksi di level 1500-1600 barel per hari. Namun jika tidak menemukan cadangan minyak lain, produksi hanya bisa dijaga dalam rentang waktu 2 sampai 4 tahun kedepan dan kita coba akan pertahankan produksi 1400 barel per hari,” katanya.
Health Safety and Environment Pertamina EP Unit Bisnis Lirik, Adam Mariyanto mengungkapkan bahwa wilayah kerja PT Pertamina EP Unit Bisnis Lirik meliputi tiga kabupaten, yakni Inhu, Pelalawan dan Siak. PT Pertamina EP Unit Bisnis Lirik saat ini mengelola 348 sumur minyak, namun yang aktif hanya 109 sumur dan umumnya merupakan sumur tua.
Meski demikian, Pertamina EP Unit Bisnis Lirik sejauh ini masih bisa mempertahankan produksi sebesar 2.000 barel per hari. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan stimulasi pada sumur yang ada sehingga produksi masih bisa di jaga.
Sementara itu, Field Manajer Pertamina EP Unit Bisnis Lirik, Triono mengakui bahwa karakteristik minyak Lirik gampang membeku seperti lilin. Sehingga agar minyak tetap cair hingga disalurkan ke terminal angkut, harus dilakukan pemanasan.
Triono mengungkapkan bahwa pihaknya terus berupaya mengoptimalkan produksi pada sumur yang sudah ada, serta berupaya mencari sumur baru. “Selagi ada pembaharuan teknologi, kita optimis produksi tetap bisa di jaga,” jelasnya.
Selain memaparkan proses produksi, pada kegiatan media tour mengenal kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi di wilayah operasional PT Pertamina EP Unit Bisnis Lirik dan PT Medco E & P Indonesia Lirik yang diselenggarakan BP MIGAS Riau, PT Pertamina dan Medco Energi juga memaparkan berbagai kegiatan community social responsibility (CSR) yang telah dilaksanakan kepada masyarakat. (IM)