Friday, 09 December 2011 16:21
Modus jual Macbook Pro 15" i7 Second Termurah
Tipu korban hingga Rp 19,9 juta dari berbagai daerah di Indonesia
RENGAT- Febrianto Siddiq (27), warga Jalan Azki Aris Gg Lestari Kampung Besar Kota, Kecamatan Rengat menjadi orang yang paling di cari oleh pengguna kaskus.us, forum terbesar di Indonesia yang sudah memiliki anggota hingga 3,7 juta orang.
Febri, begitu ia biasa di sapa, di tengarai telah melakukan penipuan dengan modus menjual laptop Apple Macbook bekas dengan harga sangat murah. Untuk mengelabui identitas sebenarnya, Febri diduga menggunakan nama dan nomor rekening temannya Wan Miko Iskandar yang sehari-hari bekerja sebagai Satpam di PT Usda Seroja Rengat.
Adalah I Gede Krisna Sukma Putra, warga Jalan KS Tubun II Palmerah Jakarta Barat yang mengungkapkan kasus penipuan ini pertama kali melalui tulisan bertajuk Surat Terbuka buat fbizzzz aka Wan Miko Iskandar di Rengat Riau yang di publis di forum kaskus.us tanggal 28 September 2011. Namun heboh terkait tulisan Krisna di Rengat, terutama oleh pengguna kaskus (kaskuser) baru terdengar dua hari belakangan, karena mulai di sebar melalui jejaring sosial facebook.
Dalam tulisan tersebut, Krisna mengaku menjadi korban penipuan yang dilakukan oleh Febri dengan kerugian senilai Rp 5.100.000. Penipuan itu berawal ketika Krisna ingin membeli Apple Macbook Pro bekas yang dijual Febri melalui forum kaskus.us. Setelah negosiasi Febri sepakat menjual Apple Macbook Pro senilai Rp 7 juta.
Namun Febri meminta agar Krisna membayar DP senilai Rp 5.100.000 ke rekening BRI atas nama Wan Miko Iskandar. Nama pemilik rekening ini sama dengan nama dan identitas yang tercantum pada KTP yang ikut ditampilkan Febri di forum, sehingga Krisna yakin dan menstranfer uang tersebut.
Ternyata setelah uang di kirim, Apple Macbook Pro yang dipesan Krisna tidak kunjung datang, bahkan nomor handphone Miko (sebenarnya no handphone Febri) sudah tidak aktif. Krisna lantas melaporkan Wan Miko Iskandar atas kasus penipuan yang dilakukannya ke Polres Metropolitan Jakarta Barat pada tanggal 26 September 2011.
Setelah melaporkan kasus tersebut, Krisna lantas menceritakan penipuan yang dialaminya kepada temannya Junior Chandra. Kemudian junior Chandra mengatakan pernah membaca kasus yang mirip dengan kasus yang dialami Krisna.
“Dari penyelidikan teman saya terungkap bahwa kasus yang saya alami mirip dengan kasus yang dialami oleh Hokky Wijaya (id kaskus: hookky) pada bulan Februari 2011 pada thread Apple MacBook White – MC516ZA/A Bergaransi. Si penipu menggunakan akun fcellzzz. Dalam kasus penipuan ini, Hokky Wijaya dirugikan sebesar Rp.4.800.000. Pada saat ditipu Hokky Wijaya diminta transfer uang ke nomor rekening BNI 0208905186 atas nama Febrianto Siddiq,” tulis Krisna.
Krisna lantas melakukan kontak dengan Hokky Wijaya. Dari informasi serta bukti-bukti yang di sampaikan oleh Hokky Wijaya Krisna meyakini penipunya sama, karena sama-sama menjual produk elektronik Apple Macbook, harga yang ditawarkan sangat menggiurkan dan sama-sama mengaku berasal dari Rengat-Riau.
Berbekal nama Febrianto Siddiq, Krisna dibantu teman-temannya melakukan pencarian dengan mesin pencari google, dan hanya ada satu nama Febrianto Siddik yang terdaftar di internet, bahkan terdapat kesamaan domisili, yakni di Kota Rengat.
Febrianto Siddiq tersebut , merupakan lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Indragiri Rengat Jl. R. Soeprapto No. 14, Rengat serta mengambil jurusan Manajemen. Dalam beberapa akun di jejaring sosial, Febri mengaku bekerja di PT Usda Seroja Jaya sebagai staff IT. Begitu juga dengan Wan Miko Iskandar, yang diketahui bekerja sebagai Satpam di PT Usda Seroja Jaya.
Selain melapor ke polisi, menurut Krisna, ia juga berupaya mengirim surat peringatan kepada Wan Miko Iskandar dan Febri melalui email yang isinya bahwa Krisna sudah mengetahui identitas mereka dan minta keduanya untuk mengaku.
“Surat peringatan pertama dan kedua tidak ada respon. Baru setelah surat peringatan ketiga tertanggal 6 Oktober 2011, di respon oleh Febri setelah sepekan,” ungkap Krisna seraya mengungkapkan ia berhasil memperoleh nomor handphone dan PIN BB milik Febri.
Dari komunikasi dengan Febri, Krisna mengungkapkan bahwa Wan Miko Iskandar tidak terlibat penipuan ini. Wan Miko Iskandar merupakan teman Febri karena sama-sama bekerja di PT Usda Seroja Jaya. Namun saat ini Febri sudah tidak lagi bekerja di perusahaan tersebut. “Febri mengungkapkan bahwa ia hanya meminjam rekening Wan Miko Iskandar untuk melakukan transaksi,” ungkap Krisna. Dari pengakuan Febri kepada Krisna, ia sudah melakukan penipuan sebanyak lima kali termasuk terhadap Krisna dengan total mencapai Rp 19,9 juta.
Masih menurut Krisna, motivasi Febri melakukan penipuan untuk membiayai (mantan) pacarnya bersekolah, disamping untuk kebutuhan pribadi. Kepada Krisna, Febri juga sudah menyatakan menyesal dan bersedia bertanggung jawab terhadap perbuatannya.
“Tetapi hingga saat ini, Febri tidak membuktikan kesungguhannya untuk mengembalikan uang saya. Kemudian saya meminta tersangka membuat surat penyataan di atas materai, dan sampai hari ini saya belum terima,” jelasnya.
Bahkan janji Febri yang akan mengganti uang Krisna dari pesangon pengunduran dirinya di PT Usda Seroja Jaya tidak juga ditepatinya. Padahal Krisna sudah berupaya mencoba menyelesaikan persoalan ini melalui cara kekeluargaan.
Febri Pinjam Rekening Miko
Wan Miko Iskandar yang Inhu media hubungi, Rabu (7/12) kemarin mengakui bahwa Febri pernah meminjam rekeningnya dengan alasan ada keluarga yang akan mentransfer. Tanpa menaruh rasa curiga, Miko menyerahkan nomor rekening BRI atas nama dirinya kepada Febri.
“Sehari kemudian ia minta uang yang dikirim ke rekeningnya di ambil, saat itu saya ambil Rp 5 juta dan saya serahkan kepada Febri,” ungkap Miko yang mengaku setelah menyerahkan uang, Febri memberikannya Rp 100.000 dan ia terima.
Seminggu berikutnya, saat Miko akan mengambil uang yang ada di rekeningnya, ia mendapati bahwa nomor rekening tersebut sudah di blokir pihak bank. “Saya saat itu terkejut dan sempat marah-marah dengan orang bank, karena saya memang tidak pernah melakukan tindakan apapun. Tapi pihak bank mengungkapkan bahwa rekening itu diblokir karena digunakan untuk penipuan,” ujar Miko yang sampai saat ini masih bekerja sebagai Satpam di PT Usda Seroja Jaya.
Miko kemudian berupaya meminta penjelasan kepada Febri. Menurut Miko, Febri mengungkapkan bahwa barang yang dibeli tidak ada. Miko bersama pihak bank bahkan sempat mendatangi orangtua Febri, namun sampai sekarang tidak ada penyelesaian. Rekeningnya tetap di blokir, padahal gajinya sebagai Satpam di transfer melalui rekening itu.
Tidak hanya itu, Miko mengaku sempat di panggil polisi dan menerima surat panggilan untuk diminta keterangan sebagai saksi oleh Polres Metropolitan Jakarta Barat. Namun sampai saat ini ia tidak memenuhi panggilan tersebut karena memang tidak memiliki uang untuk berangkat ke Jakarta.
“Saya menjadi korban saja. Saya benar-benar malu karena banyak orang yang menelpon saya. Padahal saya tidak tahu apa-apa. Facebook saya saja yang buat Febri karena dia memang pandai komputer. Kalau saya mana ngerti yang kayak gitu,” jelasnya seraya menjelaskan bahwa ia saat ini binggung dengan kasus tersebut.
Setelah kasus ini mulai mencuat, Miko mengungkapkan bahwa Febri berhenti dari PT Usda Seroja Jaya. Dan sampai saat ini dia tidak pernah bertemu dengan Febri tersebut. “Kalau tahu dia dimana, saya yang pukul dia duluan,” ungkap Miko dengan nada emosi. (IM)
Janji Kembalikan Uang Krisna
Bebekal nomor handphone Febri yang diberikan Krisna, Inhu media berupaya menghubungi Febri Rabu (7/12) kemarin. Setelah beberapa kali dihubungi akhirnya telepon tersebut diangkat, namun yang menjawab bukan Febri, melainkan seseorang yang mengaku bernama Imam, teman Febri. Saat dihubungi tersebut, menurut Imam, Febri berada di Rengat dan tengah pergi memperbaiki komputer.
Inhu media kemudian berupaya menghubungi Febri hingga beberapa kali, namun tidak ada di jawab. Namun pada Rabu malam, Febri menjawab pesan singkat (SMS) yang Inhu media kirim sebelumnya. Namun dalam SMS tersebut, mengatasnamakan orangtua Febri yang meminta agar pemberitaan anaknya tidak di muat ke media, sebab Febri akan mengembalikan uang Krisna.
Namun setelah Inhu media membalas SMS tersebut dan berupaya memberikan kesempatan kepada Febri untuk menanggapi kasus tersebut, Febri tidak kunjung membalasnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Inhu, AKP Kurniawan Hartono SIK membenarkan pihaknya diminta Polres Metropolitan Jakarta Barat untuk menyerahkan surat panggilan sebagai saksi kepada Wan Miko Iskandar, warga Rengat.
“Kita hanya diminta bantuan untuk menyerahkan surat panggilan itu saja. Setelah di serahkan, satu berkas tanda terima kita kirimkan lagi ke sana beserta nomor handphone saksi,” ungkap Kasat singkat. (IM)
Silahkan buka link dibawah ini buat mengetahui lebih lanjut serta foto Febri
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=10710384