YOU ARE HERE Home - Hukum & Kriminal - Maling Gondol 33 Laptop Max Computer

Maling Gondol 33 Laptop Max Computer

RENGAT - Toko Max Computer yang terletak di Jalan Sultan Ibrahim Rengat di bobol maling, Kamis (13/10). Akibatnya 33 laptop dan notbook dari berbagai merk raib bersama kotak kemasannya. Kawanan maling juga membawa dua buah LCD, modem serta uang ratusan ribu rupiah yang berada di laci kasir. Diperkirakan kerugian mencapai Rp 150 hingga 200 juta.

Raibnya puluhan laptop itu di Toko Max Computer tersebut baru diketahui Kamis (13/10) sekitar pukul 08.00 WIB oleh salah seorang karyawan bernama Leni Suprianti (17). Saat itu Leni hendak membuka toko, namun pintu sorong (rolling door) sudah mengangga dan tidak lagi bergembok.

“Saat itu pintu sudah mengangga dan tidak ada lagi gemboknya. Saya kemudian masuk ke dalam dan ternyata seluruh etalase yang berisi laptop, notbook, modem termasuk laci kasir sudah kosong,” ujar Leni yang terlihat syok.

Menurut Leni, toko Max Computer hanya buka dari pagi sampai sore. Sedangkan pada malam hari tutup dan tidak ada yang menjaga, sehingga toko yang bersebelahan dengan tempat kursus Bahasa Inggris Mis Eva ini kosong. Selain itu ada yang menjaga, toko Max Computer juga tidak dilengkapi kamera pengintai.

“Setelah mengetahui toko di bobol maling, saya langsung telpon bos. Kebetulan dia saat ini sedang berada di Singapura karena ada keperluan. Tidak lama kemudian orangtua bos datang serta beberapa karyawan lain,” jelasnya.

Dijelaskan Leni, laptop dan notbook yang hilang di gondol maling diantaranya merek Toshiba, Acer dan Lenovo. Selain itu terdapat beberapa unit modem speedy, LCD monitor merek Samsung dan LG serta uang ratusan ribu yang ada di laci kasir. “Paling banyak merk Acer sekitar 16 unit,” jelasnya.

Kapolres Inhu AKBP Hermansyah SH SIK melalui Kasat Reskrim AKP Kurniawan Hartono SIK didampingi Iptu Ismawansa mengungkapkan pihaknya saat ini masing melakukan penyelidikan terkait bobolnya toko Max Computer di Jalan Sultan Ibrahim Rengat.

Diperkirakan pelaku masuk dari pintu depan dan tidak sendirian. Pelaku juga diduga menggunakan mobil karena barang hasil curian yang dibawa cukup banyak. “Kita juga sudah memeriksa beberapa saksi diantaranya karyawan toko, sedangkan pemilik toko saat ini masih berada di Singapura,” ucapnya. (IM)