Wednesday, 26 October 2011 15:29
DPRD Inhu gelar hearing dengan panitia pelaksana MTQ ke 30 Provinsi Riau
Lakukan peninjauan ke lokasi MTQ
RENGAT-Tujuh lokasi yang akan digunakan sebagai tempat pelaksanaan pertandingan MTQ 30 Propinsi Riau yang akan dilaksanakan 26 November 2011 mendatang di Indragiri Hulu belum ada persiapan sama sekali, alias nol persen.
Hal ini terungkap saat rapat dengar pendapat (hearing) yang dilaksanakan DPRD Inhu, Selasa (25/10) di ruang Banmus DPRD Inhu. Hearing dilakukan DPRD dengan pihak panitia pelaksana MTQ yang di ketuai Raja Erisman yang juga Sekda Inhu.
Kementrian Agama kabupaten Indragiri Hulu yang membidangi pertandingan dan perwasitan melalui kasi Penamas Rajuki Ridwan dalam hearing menyatakan bahwa pihaknya mengakui belum adanya pekerjaan yang dilaksanakan pada tujuh lokasi pertandingan di luar astaka utama di Danau Raja.
“Pekerjaan secara fisik pada tujuh tempat ini terus terang saja masih nol, karena memang kita tidak bisa bekerja tanpa ada dana, sementara dana yang diajukan belum dapat di cairkan, tegasnya dihadapan anggota DPRD Inhu.
Rajuki menyebutkan tujuh lokasi yang akan digunakan untuk lomba adalah Masjid Muchlisin Kampung Dagang Rengat, Masjid Ar Rahim Rengat, Masjid Raya Ar Rahman Rengat, pendopo depan kediaman bupati Inhu, gedung Dang Purnama, Graha Wanita dan gedung Kesenian.
Menurutnya, ketujuh tempat tersebut akan di buat astaka mini dan juga hiasan lainnya, seperti sound syistem, mimbar tilawah, perlengkapan lomba, meja dan fasilitas hakim seperti gong, stop watch dan lain-lain.
Anggota DPRD Inhu Doni Rinaldi langsung mempertanyakan kepada Rajuki, apakah dengan waktu yang tinggal 30 hari lagi, pekerjaan pada tujuh lokasi tersebut akan dapat selesai. Rajuki menyatakan jika dana sudah dapat di cairkan maka dirinya optimis pekerjaan itu akan dapat selesai sebelum MTQ di buka.
Anggota DPRD lainnya Irwan toni juga mempertanyakan infrastruktur yang ada di sekitar lokasi yang saat ini masih dalam kondisi tidak baik, terutama kondisi jalan yang akan di gunakan untuk persiapan pawai Ta’aruf di depan SPBU Rengat yang masih berlubang sangat besar dan jika hujan akan menimbulkan genangan air dan sulit untuk dilalui.
Begitu juga dengan wakil ketua DPRD Inhu Arwan Citra Jaya dan ketua komisi C Subadhil Anwar menyatakan bahwa publikasi kegiatan MTQ belum terlihat baik di Rengat dan sekitarnya maupun di wilayah ibu kota Propinsi. Begitu juga dengan gaungnya pada media massa, tidak ada pemberitaan yang sangat mendukung pelaksanaan MTQ.
Raja Erisman menjawab semua itu menyatakan bahwa ada syistem yang harus dilalui. Mengenai dana tentu harus ada verifikasi dan penyaringan yang dilakukan. Tidak akan mungkin semua yang diajukan di akomodir. “Sekarang kita sudah dapat hasil verifikasi dari pengajuan dana yang ada pada masing-masing bidang dan sudah dapat di cairkan 20 persennya, jelas sekda.
Di tegaskan Sekda, semua pendanaanpun telah kita seleksi dengan wajar dan petunjuk dari BPKP Riau.”Biarlah kita agak lambat sedikit tetapi setelah pesta ini selesai kita tidak mendapatkan masalah seperti yang sudah terjadi sebelumnya pada beberapa daerah di Riau, tegasnya.
Erisman menyatakan tetap optimis pelaksanaan MTQ ini akan tepat pada waktunya. Untuk pemondokan kafilah kabupatenpun sudah kita siapkan dan sudah kita perhitungan langsung untuk penggembira, sehingga mereka yang datang diluar kafilah tidak akan kebingungan untuk menginap dimana.
“Begitu juga dengan penginapan Muspida Riau sebanyak 10 pasang sesuai undangan, muspida se Riau yang masing-masing kabupaten/kota sebanyak sembilan pasang, juri dan perangkat lainnya, juga sudah sipakan sebaik mungkin, tambahnya.
Hadir dalam Hearing yang dipimpin Plt ketua DPRD Inhu Arif Ramli, Kabag Kesra, Kadis Koperasi Iskandar Rab, Kadisperindag dan pengelolaan pasar Illyanto. Usai hearing anggota DPRD Inhu di dampingi panitia langsung meninjau lokasi astaka utama. (IM)