Tuesday, 03 January 2012 23:10
RENGAT-Yayasan Pendidikan Indragiri (YPI) Kabupaten Indragiri Hulu akhirnya membebas tugaskan Indrayani SE MM sebagai Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Indragiri. Kebijakan yayasan ini merupakan buntut dari aksi mahasiswa yang digelar, Sabtu (31/12) kemarin.
Dalam SK nomor 02/YPI/I/2012 tanggal 2 Januari 2012 yang ditanda tangani Ketua YPI, R Marwan Indra Sapurta SE Msi dan Sekretaris YPI, H Suhardi SE Msi MM MH, ditetapkan lima poin keputusan diantaranya, pertama, membebaskan saudari Indrayani SE MM dari jabatan Ketua STIE Indragiri, dengan ucapan terima kasih atas jasa-jasa yang telah diberikan selama memangku jabatan tersebut. Kedua, meminta kepada suadari Indrayani SE MM agar menyelesaikan dan mempertanggungjawabkan seluruh admintrasi dan keuangan STIE Indragiri serta melaporkannya kepada YPI Indragiri.
Ketiga, mengangkat saudara R Marwan Indra Suptra SE Msi sebagai pelaksana tugas Ketua STIE Indragiri. Keempat, dengan diterbitkannya SK ini maka SK Yayasan Gerbangsari Nomor 13/YGS/IV/2007 tanggal 3 April 2007 tentang pengkatan pejabat ketua STIE dianggap tidak berlaku laku lagi dan kelima SK ini berlaku terhitung sejak tanggal ditetapkan dan apabila terjadi kekeliruan dikemudian hari akan diadakan perbaikan.
“YPI merespon tuntutan Mahasiswa yang disampaikan melalui demontrasi yang dilaksanakan pada hari Sabtu (31/12) dan surat terbuka Mahasiswa yang ditujukan kepada YPI serta tuntutan-tuntan lain baik lisan maupun tertulis yang disampaikan Mahasiswa dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM),” ujar Sekretaris YPI, H Suhardi SE MSi MM MH kepada wartawan, Selasa (3/1).
Sementara itu, meskipun YPI sudah membebastugaskan Indrayani dari jabatannya, namun mahasiswa masih melakukan penyegelan bahkan menduduki kampus. Pasalnya, Indrayani masih bersikukuh untuk tetap memimpin STIE Indragiri dan menjamin proses perkuliahan masih tetap berjalan.“Kami masih tetap akan menduduki kampus sampai Indrayani benar-benar melaksanakan SK Yayasan,” ungkap Koordinator mahasiswa Suprihandayani, Selasa sore.
Menurut Ando, sapaan akrabnya, Selasa pagi, Bupati dan Wakil Bupati Inhu selaku pembina sudah menggelar pertemuan dengan memanggil YPI dan pihak manajeman. Namun perwakilan mahasiswa datang terlambat karena sebelumnya tidak diundang. “Namun apapun hasil pertemuan tersebut, kami tetap akan menduduki kampus STIE Indragiri sampai SK YPI tentang pembebasan tugas Indrayani di laksanakan,” tegasnya.
Sayang Ketua STIE Indragiri, Indrayani belum berhasil di konfirmasi, meskipun InhuMedia sudah berupaya menghubunginya melalui telepon selularnya. Namun perwakilan senat yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa senat menolak SK YPI karena tidak sesuai dengan PP no 57 tahun 1998. Sebab keputusan dibuat tanpa pertimbangan senat, sedangkan senat masih mendukung sampai akhir masa jabatan yang akan berakhir Maret mendatang. “Ini berlaku dalam situasi apapun, dan pihak YPI tidak bisa sepihak,” ucapnya.
Sementara itu, Bupati Inhu Yopi Arianto yang dikonfirmasi meminta semua pihak arif dan lebih mengedepankan proses perkuliahan agar tetap bisa terlaksana seperti biasa. Sebab jika situasi seperti ini terus terjadi yang dirugikan adalah mahasiswa. Apalagi masa jabatan Indrayani tinggal menyisakan sekitar dua bulan lagi, karena akan berakhir Maret mendatang.
Sebelumnya, Bupati menegaskan bahwa mahasiswa hanya menjadi korban bobroknya manajeman pengelolaan kampus serta lemahnya pengawasan dari Yayasan Pendidikan Indragiri (YPI). Karena itu, Ketua STIE Indragiri dan YPI harus sama-sama bertanggungjawab atas kondisi yang terjadi. Bupati juga meminta agar masing-masing pihak tidak mengedepankan ego pribadi dan kepentingan kelompok.
Sementara itu Ketua STIE Indragiri, Indrayani SE MM belum berhasil dihubungi. Sejumlah rekannya yang dihubungi juga tidak mengetahui keberadaanya. “Sejak beberapa waktu lalu saya tidak mengetahui keberadaan ibu Indrayani dan nomor handpone yang biasa dipakainya juga tidak aktif lagi,” terang salah seorang rekannya yang tidak mau disebutkan namanya. (IM)