Thursday, 05 January 2012 11:06
RENGAT-Bupati Inhu Yopi Arianto selaku Pembina Yayasan Pendidikan Indragiri (YPI) Kabupaten Inhu akhirnya mengambil alih operasional STIE Indragiri dan kendali YPI mulai Rabu (4/1). Langkah ini di lakukan agar proses perkuliahan tetap berjalan dan aksi unjuk rasa dengan pemblokiran kampus tidak terus terjadi.
Keputusan tersebut diambil Bupati setelah ratusan mahasiswa STIE Indragiri yang menggelar aksi unjuk rasa mendatangi Bupati Inhu yang tengah menggelar rapat di Gedung Sejuta Sungkai Rengat. Saat itu mahsiswa langsung menyampaikan tuntutannya agar Indrayani mundur dari jabatannya sebagai Ketua STIE Indragiri.
“Pemerintah selaku pemilik asset kampus STIE Indragiri tidak ingin kondisi ini terus terjadi. Dan mulai hari ini YPI akan saya ambil alih begitu juga dengan kepemimpinan di STIE Indragiri. Kalau memungkinkan dan sesuai aturan saya yang akan langsung menjadi Plt Ketua STIE Indragiri atau nanti kita cari orang yang tepat,” jelas Yopi yang langsung disambut teriakan mahasiswa.
Dijelaskan Yopi, ia sangat memahami keinginan mahasiswa yang dilakukan melalui aksi unjuk rasa ini. Karena itu mulai Senin mendatang, ia sudah meminta kepada inspektorat dan BPKP untuk melakukan audit terhadap STIE Indragiri serta YPI.
“Kita tidak ingin suudzon, makanya kita minta lembaga yang kompeten untuk melakukan audit, jika memang terdapat pelanggaran dan penyimpangan kita akan serahkan ke proses hokum yang berlaku,” jelasnya seraya mengungkapkan bahwa baru mengetahui terjadi persoalan besar di STIE Indragiri.
Yopi juga meminta kepada mahasiswa agar kembali melaksanakan perkuliahan setelah ia mengambil alih operasional kampus dan YPI. Yopi juga mengungkapkan bahwa aksi mahasiswa bentuk cerminan demokrasi sekaligus upaya pengawasan langsung. “Kalau mahasiswa seperti ini, tentu saja saya takut untuk korupsi dan akan terus berbuat yang terbaik untuk masyarakat Inhu,” jelasnya seraya mengungkapkan bahwa tahun 2012, Pemkab Inhu telah mengalokasikan anggaran lebih dari 200 miliar untuk dunia pendidikan.
Sebelum keputusan pengambilalihan YPI dan operasional STIE Indragiri dilakukan Bupati, ratusan mahasiswa kembali menggelar aksi unjuk rasa. Kali ini jumlah mahasiswa yang ikut dalam aksi lebih banyak dari sebelumnya. Aksi ini merupakan lanjutan dari aksi yang sudah digelar sejak Sabtu kemarin, dimana mahasiswa melakukan penyegelan di kampus.
Awalnya mahasiswa hanya melakukan orasi di teras kampus dengan membentangkan berbagai tuntutannya dalam berbagai spanduk. Namun mahasiswa mulai melakukan longmarch dari depan kampus menuju Gedung Sejuta Sungkai Rengat. Digedung Sejuta Sungkai, para mahasiswa langsung bertemu dengan Bupati Inhu yang kebetulan tengah menggelar rapat.
Dalam dialog dengan Bupati, salah seorang perwakilan mahasiswa Vicenso Sultanto mengungkapkan tentang berbagai kebijakan yang sangat memberatkan mahasiswa terutama tentang biaya perkuliahan yang sangat besar bila disbanding dengan perguruan tinggi serupa di daerah lain. Seperti biaya KKN yang mencapai Rp 600 ribu per mahasiswa serta biaya-biaya lain yang jumlahnya sangat fantastis.
Koordinator Aksi, Suprihandayani mengungkapkan bahwa enam bulan lalu, ia sudah sempat mengutarakan agar Ketua STIE Indrayani menggelar dialog untuk mengetahui keinginan dan keluhan mahasiswa. Bahkan usulan tersebut sudah sering disampaikannya kepada Indrayani. Namun Indrayani tidak pernah menggrubris, bahkan menekan mahasiswa yang dianggap bertentangan dengan kebijakan kampus.
Sedangkan terkait pengambil alihan YPI dan operasional kampus oleh Bupati Inhu, Suprihandayani mengungkapkan bahwa pihaknya mendukung kebijakan tersebut dan akan mengawal sampai ada keputusan resmi dari Bupati Inhu selaku Pembina YPI. “Kami akan kawal sampai tuntutan kami benar-benar dijalankan,” ungkapnya.
Usai menggelar pertemuan dengan Bupati Inhu, ratusan mahasiswa tersebut langsung membubarkan diri. Mereka saling berangkulan sembari mengungkapkan berbagai yel-yel menyabut keberhasilan perjuangan yang telah mereka lakukan.
Sementara itu, Indrayani belum juga berhasil di konfirmasi. Menurut orang dekatnya, ia belum mau memberikan komentar terkait persoalan yang terjadi di kampus STIE Indragiri. (IM)