YOU ARE HERE Home - Sosial & Budaya - Puluhan Truk Terpuruk di Jalinsel

Puluhan Truk Terpuruk di Jalinsel

RENGAT - Tingginya curah hujan sejak enam bulan terakhir menyebabkan Jalan lintas selatan (Jalinsel) yang menghubungkan Kecamatan Seberida dengan Kecamatan Batang Cenaku rusak parah dan tidak bisa dilalui kendaraan.

Akibatnya 20 Desa di Kecamatan Batang Cenaku saat ini terancam kelaparan karena truk pengangkut sembako tidak bisa melintas. Tidak hanya itu, ekonomi masyarakat terancam lumpuh karena truk pengangkut tandan buah segar (TBS) tidak bisa melintas.


Pantauan Tribun dilapangan, Kamis (1/12), puluhan kendraan jenis cold diesel dan pick up terpuruk di antara kubangan jalan sepanjang kurang lebih 30 km. Truk cold diesel dan pick up yang umumnya mengangkut TBS dan sembako ini tidak mampu melepaskan diri dari kubangan sehingga Jalinsel sepanjang 82 km lumpuh total.

Kondisi jalan yang rusak berat terdapat di Desa Lubuk Bangko dan Desa Benuang Kecamatan Seberida. Sedangkan di Kecamatan Batang Cenaku, kerusakan jalan terjadi di Desa Pejangki, Kilan, Aurcina, Puntiana, Batu Papan, Cenaku Kecil, Kepayang Sari dan Kerubung Jaya. Bahkan kondisi Jalinsel di Kecamatan Batang Cenaku ini tidak bisa dilalui kendaraan apapu, termasuk roda dua.

Rudi (35), salah seorang supir truk yang ditemui dilokasi mengaku sudah tiga hari terjebak di Jalinsel dan sampai saat ini belum bisa keluar. Jika terlalu lama, ia khawatir TBS milik masyarakat yang dibawanya akan busuk hingga tidak laku lagi untuk dijual. “Sudah tiga hari mobil saya terpuruk, dan sampai saat ini belum ada bantuan yang datang untuk menarik mobil saya,” ucapnya.

Anggota DPRD Inhu asal daerah tersebut, Suharto yang ikut turun kelapangan mengungkapkan bahwa kerusakan Jalinsel sudah berlangsung sejak 6 bulan terakhir. Kondisi itu disebabkan curah hujan yang cukup deras belakang terakhir serta kondisi jalan yang sudah rusak sebelumnya. Akibatnya jalan berlumpur dan ketika dilalui kendaraan pengangkut TBS dan sembako akan terpuruk.

“Kita minta Pemprov Riau segera mengalokasikan pembangunan Jalinsel tahun 2012 ini. Jika dibiarkan, masyarakat 20 Desa se Kecamatan Batang Cenaku akan terisolir dan tidak mampu membeli sembako karena harga melonjak tajam,” ungkapnya.

Jalinsel tutur Suharto, merupakan penghubung Kabupaten Inhu dengan Kabupaten Kuansing dengan panjang sekitar 82 km. Jalan tersebut dibangun sejak tahun 1980 namun sampai saat ini kondisi sangat memprihatinkan. Padahal jalan ini merupakan urat nadi masyarakat yang tinggal di Kecamatan Batang Cenaku.

“Setiap tahun pembangunan Jalinsel hanya dianggarkan 1 km saja, bahkan tahun 2011 ini hanya dianggarkan untuk 700 meter. Sementara jalan ini merupakan urat nadi masyarakat,” tutur Suharto.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini juga berharap, dengan kondisi jalan yang mengalami rusak parah saat ini, Pemkab Inhu dapat mengalokasi dana tanggap darurat untuk membantu kelancaran transportasi. “Jika dalam satu pekan ini tidak juga diperbaiki, apalagi ditambah guyuran hujan, maka Jalinsel akan hancur total,” ungkapnya. (IM)